13.6.09

Motivasi Dosis Tinggi dalam Launching PKSIM FSLDK Sumbar

Jadikan mati sebagai inspirasi untuk selalu berprestasi tiada henti, miliki dengan cara memberi. Itulah kalimat pamungkas awal yang disampaikan oleh Ustadz Solikhin Abu Izzudin, seorang penulis, trainer, dan motivator. Ungkapan tersebut disampaikan pada kegiatan bedah bukunya yang berjudul “ Deadline Your Live (Ingat Mati Agar Hidup Lebih Berarti) “. Bedah buku penulis best seller, da`i, dan sekaligus konsultan keluarga dan pengembangan diri ini, diselenggarakan pada Sabtu, 13 Juni 2009 bertempat di Aula Serba Guna IAIN Imam Bonjol Padang.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Launching Pusat Kajian Syariat Islam Mahasiswa Forum Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat (PKSIM FSLDK SUMBAR). Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.10 Wib ini, diawali dengan pembukaan dan kata sambutan dari ketua panitia dan ketua Lembaga Dakwah Kampus KSI Ulul Albab IAIN Imam Bonjol sebagai penyelenggara kegiatan ini. Rizki Kurniadi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian LDK yang dipimpinnya untuk memberikan wawasan dan pengembangan diri kepada mahasiswa Sumatera Barat terkhusus mahasiswa IAIN Imam Bonjol. Lebih lanjut Rizki yang juga diamanahkan sebagai koordinator PKSIM FSLDK SUMBAR menyampaikan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari sosialisasi kepada mahasiswa, bahwa PKSIM FSLDK SUMBAR sudah terbentuk dan merupakan sarana dakwah dalam membantu melancarkan proses penerapan nilai-nilai syariat islam di Sumatera Barat.

Hal senada juga disampaikan oleh Riky Perdana ketua Pusat Komunikasi Daerah FSLDK SUMBAR dalam sambutannya. Riky yang juga mahasiswa UNAND ini menambahkan PKSIM merupakan Badan Khusus FSLDK SUMBAR yang berupaya menyiapkan masyarakat untuk dapat menerima penerapan syariat islam ditengah kehidupannya. Adapun visi dari PKSIM itu sendiri lanjut riky, pertama, nilai-nilai syariat islam sudah diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Kedua, penumbuhan kesadarandan kepahaman pada masyarakat akan pentingnya penerapan nilai-nilai syariat islam. Serta, adanya pengaturan penerapan nilai-nilai syariat islam secara konstitusional di Indonesia.

Adapun misi PKSIM itu sendiri imbuh riky, pertama, menjadi wadah strategis yang mampu mengkaji, merumuskan dan mensosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat dalam rangka penerapan nilai-nilai syariat islam secara komprehensif dan integral. Bidang garap PKSIM yang disampaikan riky, mengarah pada mengadakan kajian-kajian islami pada semua aspek kehidupan, serta menjalin kerjasama dengan badan hukum dan lembaga atau yayasan islam yang memiliki kepentingan dalam penerapan syariat islam.

Sebelum membuka rangkaian kegiatan tersebut secara resmi, Riky menyebutkan satu persatu nama-nama personel yang diamanahkan sebagai pengurus PKSIM, serta harapan ke depan. Setelah dibuka secara resmi, acara dilanjutkan dengan penampilan tim nasyid Kenzo yang terdiri dari gabungan mahasiswa UNAND dan IAIN, kemudian barulah bedah buku dengan pembicara Ustdz Solikhin Abu Izzudin dimulai.

Motivator yang memiliki cita-cita sebagai trainer berjuta umat ini, memulai pembicaraannya diiringi dengan musik semangat yang menghentakkan aula serba guna. Baru permulaan saja aura penuh semangat sudah membahana, ditambah kata-kata motivasi yang menggugah disampaikan beliau, mulai dari ide menulis buku tersebut, sampai proses pembuatan buku, serta kisah-kisah yang mengiringi perjalan kehidupan beliau yang disisipkan dalam buku tersebut, disampaikan ke peserta seminar sesuai dengan rentetan isi buku yang beliau kupas.

Pada salah satu slide awal presentasi beliau, dipajangkan gambar sesosok mayat sedang dikubur dan dibawahnya ditambahkan kalimat, “ yang abadi hanyalah amal kita selama hidup “. Disini ustadz solikhin, begitu panggilan akrap beliau, mengingatkan peserta akan hidup manusia yang hanya sebentar saja. Jadi, sejauh mana manusia bisa beramal banyak untuk kehidupannya di hari akhir. Beliau juga menjelaskan, kenapa latar gambar slide – nya, ditampilkan seperti itu, karna menurut beliau untuk melatih diri memiliki motivasi tinggi adalah dengan berpura-pura menjadi mayat yang akan dikuburkan. Apa artinya?, lanjut beliau, kita harus berorientasi pada tujuan. Ketika kita mati, kita ingin orang yang mengantarkan jenazah atau orang yang kita tinggalkan, menganggap kita sebagai orang yang berguna, punya amalan yang banyak, bukan sebaliknya. Jadi berguna dari segi apa, maka itulah yang kita tentukan sendiri.

” Bila waktu telah berakhir, amal dan prestasi apa yang sudah kita ukir ?, kegagalan sejati bukanlah pada saat jatuh, tetapi kegagalan sejati adalah saat kita menolak untuk bangkit, ” lanjut beliau. Mahasiswa yang hadir pada saat itu merasa terbangun dari keterlenaannya untuk bangkit dan punya motivasi tinggi. Ditambah dengan dentuman musik yang sesuai dengan alur penyampaian pembicara, serta pemutaran film lucu yang mengelitik dan penjelasan hikmah yang terkandung didalamnya, menjadikan suasana dalam ruangan tersebut hidup.

Beberapa tips disampaikan oleh penulis yang sudah menghasilkan 30 buah buku, 61 kali bertindak sebagai pemateri di hampir semua wilayah di Indonesia, serta sudah halang melintang di beberapa majalah, koran, dan tabloid nasional. Tips Mendeadline Hidup, yaitu : gali kuburmu sendiri, bangkit dari kubur, apa persiapan, ketika kiamat datang, kematian begitu dekatr, deadline waktumu, serta lakukanlah ziarah kubur.

Buku Motivasi Dosis Tinggi, begitulah penulis buku tersebut menyebutnya. Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Iltizam, juga berisi langkah-langkah untuk ditahapi fase demi fase sebagai panduan praktis aplikatif. Sebuah buku pelatihan praktis pengembangan diri ” how to ” yang dikemas sebagai panduan bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya yang ingin mengembangkan diri lebih berani, bukan sekedar berangan-angan dan berandai-andai.

Dari semua penyampaian ustdz Solikhin Abu Izzudin, dan harapan dari buku yang dibedahnya peserta atau pembaca buku Deadline Your Live, pertama, bisa memotivasi diri, tidak bergantung pada orang lain. Kedua, proaktif menggunakan berbagai waktu dan kesempatan untuk memotivasi diri. Ketiga, memiliki komitmen untuk terus melakukan perbaikan diri, meningkatkan prestasi. Keempat, menjaga integritas kepribadian berdasar prinsip dan keyakinan pada kebenaran. Kelima, memperhatikan hal-hal kecil untuk mengisi setiap detik dan tarikan nafas dengan amal. Keenam, tidak menunda-nunda untuk melakukan kebaikan karena bisa jadi kesempatan itu adalah yang terakhir. Ketujuh, memperhatikan hal-hal kecil untuk mengisi hidup. Kedelapan, tidak mengulur-ulur waktu bila ada kesempatan untuk berbuat baik. Kesembilan, rajin menjaga amal unggulan hingga akhir hayat. Kesepuluh, tak mudah putus asa menghadapi masalah. Dan terkahir lakukan perencanaan hidup yang lebih baik.

Acara bedah buku ditutup dengan pemberian doorprice dari pembicara kepada peserta dengan menjawab pertanyaan yang diajukan, dan dari panitia LDK KSI Ulul Albab kepada pembicara. Dari semua kenang-kenangan tersebut tidak lupa pula oleh-oleh khas Sumatera Barat karipik balado, menjadi pelengkap dalam paket tersebut. Kegiatan selanjutnya, seminar zionisme dengan pembicara Boy Hadi Kurniawan, S.TP dimulai pada pukul 14.00 wib, serta keesokan harinya Minggu, 14 Juni 2009 dilaksanakanlah Rapat Kerja PKSIM

0 komentar:

Poskan Komentar

Mohon masukannya ya Sobat...